Category: Uncategorized


My Obsession

Saya telah berupaya keras bagaimana SMAN 2 Bandarlampung benar-benar menjadi sekolah nomor satu di Propinsi lampung dan tidak hanya itu saja tapi juga SMAN 2 Bandarlampung menjadi sekolah rujukan bagi sekolah lain di Indonesia, upaya-upaya itu antara lain adalah:

  1. Peningkatan mutu SDM ( Tenaga pendidik dan Tenaga Kependidikan ) dalam bidang ICT
  2. Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris
  3. Peningkatan Mutu sarana Sekolah
  4. Peningkatan Mutu Kelembagaan ( ISO 9001: 2008 )
  5. Peningkatan mutu pengelolaan
  • PSB Online
  • Keuangan Online/Sistem Perbankan
  • Raport Online
  • Pembelajaran Online

untuk itu akan tercapai dengan dukungan dari semua pihak, untuk itu saya mohon dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan obsesi saya , terimakasih.

materi pascal

bagi siswa RSBI yang mau download materi pascal pak panto silakan (download)

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi dewasa ini telah banyak mengubah budaya dan peradaban bangsa Indonesia dengan segala dampak positip dan negatifnya. Kalo kita perhatikan pada tahun 1991 :

  1. Masih banyak gedung bioskop baik di kota maupun dipelosok desa dan banyak peminatnya, serta banyak orang hajatan yang memanfaatkan hiburan baik layar tancap maupun video,
  2. Wartel masih sangat laku dimana-mana sampai banyak sekali orang yang berminat buka wartel dan berebut yang membuat telkom jadi bingung serta membuat suatu peraturan yang dijadikan syarat untuk mendirikan wartel,
  3. Telepon kabel/rumah banyak sekali peminatnya dan telkom kerepotan untuk melayani masyarakat
  4. Di kantor-kantor jarang ada komputer, karena komputer masih menjadi barang yang mahal
  5. Di Perguruan Tinggi dan sekolah, belajar dengan menggunakan OHP sudah dianggap kere

Coba bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang (tahun 2008), tentu sebaliknya. Teknologi berkembang sangat pesat, pemerintah juga jadi kerepotan dan akhirnya mengubah kurikulum pendidikan di Indonesia disesuaikan dengan tuntutan era globalisasi. pertanyaannya adalah:

BAGAIMANA MODEL SEKOLAH MASA DEPAN?

kalau kita perhatikan di era globalisasi yang dibutuhkan adalah bagaimana diri kita dapat diterima keberadaannya di belahan dunia manapun, dengan bekal sertifikat Nasional apakah  cukup  tentunya untuk menghadapi era globalisasi kita membutuhkan sertifikasi internasional sebagai pengakuan atas eksistensi kita di level internasional, sehingga kita dapat berselancar ke negara manapun dengan sertifikat internasional yang kita miliki.

mungkin ke depan, peserta didik lebih memilih Ujian Internasional yang Ijazahnya dapat dibanggakan dan dapat digunakan untuk melanjutkan studi ke luar negerti dan mendapat pengakuan secara internasional.

masalahnya adalah

  1. Apakah sekolah siap menyelenggarakan pendidikan bertaraf Internasional untuk mendapat Ijazah Internasional
  2. Apakah Guru sudah kompeten dalam menyelenggarakan pendidikan

Bagaimana kalau tidak siap?

Globalisasi seperti gelombang yang akan menerjang, tidak ada kompromi, kalo kita tidak siap maka kita akan diterjang, kalo kita tidak mampu maka kita akan menjadi orang tak berguna dan kita hanya akan jadi penonton saja.

Apa yang akan terjadi?

  1. Desakan dari orang tua yang menuntut sekolah menyelenggarakan pendidikan bertaraf internasional
  2. Desakan dari siswa untuk bisa ikut ujian sertifikasi internasional

Bagaimana jika sekolah tidak mampu memenuhi harapan itu?

sekolah akan ditinggalkan oleh siswa, dan tidak ada lagi yang mau sekolah di sekolah konvensional

Truz, apa trend?

maka akan bermunculan

  1. Home schooling, yang melayani siswa memenuhi harapan siswa dan orang tua karena tuntutan global
  2. Virtual School dan Virtual University

Bagaimana mempertahankan eksistensi sekolah?

agar sekolah tetap eksis, maka sekolah harus:

  1. Meningkatkan mutu SDM terutama Guru dalam penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lainnya
  2. Peningkatan Mutu Guru dalam penguasaan teknologi Informasi dan Komunikasi
  3. Peningkatan Mutu Managemen sekolah
  4. Peningkatan Mutu sarana dan Prasarana
  5. Sertifikasi Internasional untuk guru

demikianlah, semoga kita dapat mengarungi arus derasnya gelombang globalisasi dan kita tidak tenggelam dalam gelombang.

Diklat Cakep alias Calon Kepala Sekolah yang dilaksanakan di LPMP Propinsi Lampung diikuti oleh oleh 280 orang guru TK, SD, SMP, SMA yang dilaksanakan mulai tanggal 28 Februari 2008 sampai dengan 5 Maret 2008 dengan Nara sumber seluruhnya dari Direktorat PMPTK Jakarta, wh mantap juga lho.

Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, wah mantap lho yel-yelnya, itutuh…. yang “Haloooo……..Hai……”

wah bisa mengendalikan suasana kelas yang sedang ruwet, apalagi hari pertama pak Ibrahim harus menghadapi 280 orang wah kalo gak punya strategi pasti kacau, untungnya prof ibrahim memang hebat

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.