Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi dewasa ini telah banyak mengubah budaya dan peradaban bangsa Indonesia dengan segala dampak positip dan negatifnya. Kalo kita perhatikan pada tahun 1991 :
- Masih banyak gedung bioskop baik di kota maupun dipelosok desa dan banyak peminatnya, serta banyak orang hajatan yang memanfaatkan hiburan baik layar tancap maupun video,
- Wartel masih sangat laku dimana-mana sampai banyak sekali orang yang berminat buka wartel dan berebut yang membuat telkom jadi bingung serta membuat suatu peraturan yang dijadikan syarat untuk mendirikan wartel,
- Telepon kabel/rumah banyak sekali peminatnya dan telkom kerepotan untuk melayani masyarakat
- Di kantor-kantor jarang ada komputer, karena komputer masih menjadi barang yang mahal
- Di Perguruan Tinggi dan sekolah, belajar dengan menggunakan OHP sudah dianggap kere
Coba bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang (tahun 2008), tentu sebaliknya. Teknologi berkembang sangat pesat, pemerintah juga jadi kerepotan dan akhirnya mengubah kurikulum pendidikan di Indonesia disesuaikan dengan tuntutan era globalisasi. pertanyaannya adalah:
BAGAIMANA MODEL SEKOLAH MASA DEPAN?
kalau kita perhatikan di era globalisasi yang dibutuhkan adalah bagaimana diri kita dapat diterima keberadaannya di belahan dunia manapun, dengan bekal sertifikat Nasional apakah cukup tentunya untuk menghadapi era globalisasi kita membutuhkan sertifikasi internasional sebagai pengakuan atas eksistensi kita di level internasional, sehingga kita dapat berselancar ke negara manapun dengan sertifikat internasional yang kita miliki.
mungkin ke depan, peserta didik lebih memilih Ujian Internasional yang Ijazahnya dapat dibanggakan dan dapat digunakan untuk melanjutkan studi ke luar negerti dan mendapat pengakuan secara internasional.
masalahnya adalah
- Apakah sekolah siap menyelenggarakan pendidikan bertaraf Internasional untuk mendapat Ijazah Internasional
- Apakah Guru sudah kompeten dalam menyelenggarakan pendidikan
Bagaimana kalau tidak siap?
Globalisasi seperti gelombang yang akan menerjang, tidak ada kompromi, kalo kita tidak siap maka kita akan diterjang, kalo kita tidak mampu maka kita akan menjadi orang tak berguna dan kita hanya akan jadi penonton saja.
Apa yang akan terjadi?
- Desakan dari orang tua yang menuntut sekolah menyelenggarakan pendidikan bertaraf internasional
- Desakan dari siswa untuk bisa ikut ujian sertifikasi internasional
Bagaimana jika sekolah tidak mampu memenuhi harapan itu?
sekolah akan ditinggalkan oleh siswa, dan tidak ada lagi yang mau sekolah di sekolah konvensional
Truz, apa trend?
maka akan bermunculan
- Home schooling, yang melayani siswa memenuhi harapan siswa dan orang tua karena tuntutan global
- Virtual School dan Virtual University
Bagaimana mempertahankan eksistensi sekolah?
agar sekolah tetap eksis, maka sekolah harus:
- Meningkatkan mutu SDM terutama Guru dalam penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lainnya
- Peningkatan Mutu Guru dalam penguasaan teknologi Informasi dan Komunikasi
- Peningkatan Mutu Managemen sekolah
- Peningkatan Mutu sarana dan Prasarana
- Sertifikasi Internasional untuk guru
demikianlah, semoga kita dapat mengarungi arus derasnya gelombang globalisasi dan kita tidak tenggelam dalam gelombang.

Jika memang dampaknya seperti itu, Bagaimana indonesia bisa menyaingi pendidikan negara lainnya.
Kualitas guru di sekolah negeri pada umumnya minim. Apalagi di daerah terpencil.
Jadi bagaimana caranya supaya dunia pendidikan kita dapat maju, agar SDM Indonesia dapat maju.
Guru tidak boleh berhenti belajar,
Guru harus menguasai ICT,
Guru Harus menguasai Bahasa Asing
Guru Harus Pandai
Guru Harus diambil atau diseleksi dari putra-putri terbaik bangsa
Pemerintah harus membuat sistem seleksi guru yang selektif
Pemerintah Memberikan kesejahteraan guru yang cukup ( alkhamdulillah sudah sertifikasi )- pertahankan
Lambaga Pendidikan harus mampu mencetak SDM yang handal
Majulah Indonesia, kepakkan sayapmu…. jangan pernah lelah bersihkan kutu-kutu di sayapmu… begitulah yang dapat kuresap dari mas Iwan Fals
Makasih buat posting-annya! ^^b
Lumayan buat pemikiran tugas PKn :p lotf
makasih pak! buat tugas skolah nih hahaha jangan lupa berkunjung ke blog saya yaaa
yth.bapak guru SMAN 2 bandar lampung
saya dari fakultas kedokteran UGM..ini ada lomba ..mohon di infokan ke adek adek SMANDA tercinta…silakan klik di http://www.gamamedfair.com silakan dibaca infonya lebih jauh dan bisa daftar langsung disana..jika ada pertanyaan hubungi kontak personnya RISA 08561951490, fadli 081398609262 atau wayan di 085747958241..trimakasih
skin blog Qt sama tapi isinya sangat berlainan….coba deh cek..
Sepakat, Pak Panto. Pada era globalisasi, ketika mutu menjadi kata kunci, when the globe is only a klick away… maka mempersiapkan diri lebih baik tak bisa ditunda lagi. Sekolah Berstandar Internasional bukan hanya mengubah bahasa pengantar menjadi bahasa Inggris, melainkan menerapkan sistem edukasi dengan paradigma baru, menjadikan peserta didik siap untuk menjadi bagian dari masyarakat global, berkarya dan berprestasi dengan sama gemilangnya dengan peserta didik lain dari belahan manapun bumi ini. Pendidikan dengan basis pembangunan karakter yang kuat pada masing masing peserta didik. Semoga upaya ke arah ini segara membuahkan hasil…
apa yg dimaksud budaya hedeonis,westernisasi
pak kalau bisa sekarang dijawab
jadi, menurut bpk sndiri kelebihan dan kekurangan gl0balisasi itu sndiri apa?
terimakasih banyak atas artikelnya kk kk, om om, tante tante..
sambil menyelam minum air, sekali mendayung dua pulau terlampaui !!
ilmu saya dapat dari artikel ini, tugas saya pun terselesaikan dari artikel ini !!
terimakasih banyak..
betil, betul, betuk